Jangan Pelit Dengan Urusan Pendidikan Anak: Karena Masa Depan Tidak Bisa Ditawar

03 December 2025
05:08 WIB
120 views
Thumbnail Jangan Pelit Dengan Urusan Pendidikan Anak: Karena Masa Depan Tidak Bisa Ditawar

Gambar utama berita

Banyak orang tua ingin anaknya sukses, beradab, berakhlak baik, dan bisa membaca Al-Qur’an dengan benar. Tapi anehnya, ketika bicara soal biaya pendidikan, justru mulai keberatan. Pelit. Hitung-hitungan. Padahal, masa depan anak tidak akan dibangun dengan sikap seperti itu.

Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam sudah menegaskan:

"Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yg lebih utama daripada (pendidikan) akhlak yg baik." (HR. Tirmidzi)

"Konten berita yang informatif dan terpercaya"

Jadi kalau pendidikan saja ditahan, apa sebenarnya yang ingin diberikan orang tua kepada anaknya?

Pelit Hari ini, Menyesal di Hari Esok

Hemat pada pendidikan hari ini hampir selalu berubah jadi masalah besar:

"Konten berita yang informatif dan terpercaya"

Anak lemah dalam ilmu, tidak percaya diri, mudah terpengaruh pergaulan buruk, sulit bersaing, adab dan akhlak rapuh.

UNESCO (2021) menyebutkan bahwa anak yg tidak mendapat dukungan pendidikan secara optimal memiliki risiko gagal akademik hingga 50–60% lebih tinggi.

Artinya: yg pelit, rugi. Yg rugi, anak sendiri.

"Konten berita yang informatif dan terpercaya"

Pendidikan Tidak Pernah Mahal, yg Mahal Itu Kebodohan

Orang tua rela membeli hal-hal yg tidak penting, tetapi berat saat bicara Qur’an, adab, akhlak, atau kualitas belajar. Ini keliru besar.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin menyebutkan bahwa kelalaian orang tua dalam pendidikan adalah bentuk pengkhianatan amanah.

"Konten berita yang informatif dan terpercaya"

Pendidikan memang membutuhkan biaya. Tapi biaya memperbaiki kerusakan akhlak dan kesalahan hidup anak jauh lebih besar.

Orang tua harus memahami bahwa uang yg keluar untuk pendidikan bukan hilang, tetapi kembali dalam bentuk kemuliaan.

Setiap pengorbanan untuk pendidikan: Menjadi jalan anak berilmu, membuat anak mampu menjaga dirinya, mengangkat derajat keluarga, menyiapkan masa depan yg lebih cerah, dan yg paling penting: menjadi tabungan pahala bagi orang tua.

"Konten berita yang informatif dan terpercaya"

Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

“Jika manusia meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Pendidikan yg membuat anak shalih, beradab, dan berilmu adalah amal jariyah. Setiap ayat yg ia baca, setiap akhlak yg ia jaga, setiap kebaikan yg ia lakukan, pahalanya mengalir kepada orang tuanya, bahkan saat orang tua sudah tiada.

"Konten berita yang informatif dan terpercaya"

Penutup: Kalau Bukan Orang Tua yg Berkorban, Lalu Siapa?

Anak tidak butuh orang tua yg kaya. Mereka butuh orang tua yg berani berkorban.

Jika orang tua masih pelit untuk urusan pendidikan, maka sebenarnya yg sedang dipertaruhkan bukan uang, tetapi masa depan anaknya sendiri.

"Konten berita yang informatif dan terpercaya"

120 views

Terakhir diperbarui

02 April 2026 04:06